FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
Investasi
adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan
dan ekonomi. Investasi biasa diartikan penanaman uang di suatu
perusahaan atau proyek untuk memperoleh
keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan
di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Berdasarkan teori ekonomi,
investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak
dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Lebih mudahnya, investasi dapat dikatakan sebagai
suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan.
Terdapat beberapa faktor faktor
yang mempengaruhi investasi yaitu :
1.
Suku
Bunga
2.
Pendapatan
per kapita suatu negara
3.
Kondisi
sarana dan prasarana
4.
Birokrasi
perijinan
5.
Kualitas
sumberdaya manusia
6.
Peraturan
dan undang-undang ketenagakerjaan
7.
Stabilitas
politik dan keamanan
8.
Pengaruh
Nilai tukar
9.
Tingkat
Inflasi
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI SUATU NEGARA
Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi
perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih
baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai
proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam
bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan
indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
·
Faktor Sumber Daya Manusia
Sama saja halnya dengan proses
pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam
proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusia yang ada selaku subjek
pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses
pembangunan yang diperlukan.
·
Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar
negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses
pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak dapat menjamin keberhasilan proses
pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusia yang cakap dalam mengelola
sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud diataranya adalah kesuburan tanah,
kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
·
Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dari waktu ke waktu mendorong adanya percepatan proses
pembangunan. Pergantian
pola kerja yang semula menggunakan
tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek
efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi
yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan
perekonomian.
·
Faktor Budaya
Faktor budaya
memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor
ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi
dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong
pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan
sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya
sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
·
Sumber Daya Modal
Selain sumber daya manusia dan sumber daya
alam, sumber daya modal juga
tentu saja diperlukan. Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk
mengolah SDA dan meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada. Sumber daya modal
berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran
pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor-Faktor
Penyebab Perubahan Struktur Ekonomi
Struktur ekonomi akan mengalami perubahan dalam proses
pembangunan ekonomi. Tulisan A.G.B. Fisher dalam International Labour Review
pada tahun 1935 telah mengemukakan pendapat bahwa berbagai negara dapat
dibedakan berdasarkan persentase tenaga kerja yang berada di sektor primer,
sekunder dan tersier.
Pendapat ini dibuktikan oleh Clark yang telah
mengumpulkan data statistik mengenai persentase tenaga kerja yang bekerja di
sektor primer, sekunder dan tersier di beberapa negara. Data yang
dikumpulkannya itu menunjukkan bahwa makin tinggi pendapatan per kapita suau
negara, makin kecil peranan sektor pertanian dalam menyediakan kesempatan
kerja. Akan tetapi sebaliknya, sektor industri makin penting peranannya dalam
menampung tenaga kerja.
Faktor yang Menyebabkan Perubahan
Struktur Ekonomi
1.
Perubahan
Berbagai Sektor
(i) Produksi sektor pertanian mengalami perkembangan yang
leih lambat dibanding perkembangan produksi nasional;
(ii) Tingkat pertambahan produksi sektor industri lebih
cepat daripada tingkat pertambahan produksi nasional, dan
(iii) Tidak adanya perubahan dalam peranan sektor jasa dalam
produksi nasional berarti bahwa tingkat perkembangan sektor jasa adalah sama
dengan tingkat perkembangan produksi nasional.
2.
Sifat Manusia
dalam Kegiatan Konsumsi
Manusia memiliki sifat tertentu dalam melakukan kegiatan konsumsi. Hal
tersebut dijelaskan dalam Hukum Engels yang mengatakan bahwa makin tinggi
pendapatan masyarakat, maka akan makin sedikit proporsi pendapatan yang
digunakan untuk membeli bahan pertanian, sedangkan proporsi pendapatan yang
digunakan untuk membeli produksi barang-barang industri menjadi bertambah
besar.
3.
Perubahan
Teknologi
Perubahan teknologi yang makin lama makin maju dengan pesat, sudah pasti akan mempertinggi produktivitas kegiatan-kegiatan
ekonomi yang akan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan. Kemajuan teknologi juga menyebabkan perubahan dalam
struktur produksi nasional yang bersifat indusif, yaitu kemajuan tersebut menciptakan barang-barang
baru yang menambah pilihan barang-barang yang dapat dikonsumsi masyarakat.
4.
Perubahan
Penggunaan Tenaga Kerja
(i)
Peranan sektor pertanian dalam
menyediakan kesempatan kerja menurun. Di sektor
pertanian, secara relatif, perubahan yang terjadi dalam menciptakan produksi
nasional adalah hampir bersamaan dengan perubahan peranannya dalam menyediakan
pekerjaan.
(ii)
Peranan sektor industri dalam
menyediakan kesempatan kerja menjadi bertambah penting, akan tetapi kenaikan
tersebut sangat kecil. Di sektor industri, perubahan
relatif dari peranannya dalam menciptakan produksi nasional adalah lebih besar
daripada perubahan relatif peranannya dalam menampung tenaga kerja.
(iii)
Peranan sektor jasa dalam
menyediakan kesempatan kerja tidak mempunyai pengaruh besar. Di sektor jasa, perubahan relatif dari peranannya
dalam menciptakan produksi nasional adalah lebih kecil dari perubahan relatif
perananya dalam menampung tenaga kerja.
5.
Perubahan
Peranan Berbagai Jenis Industri
Perubahan peranan berbagai sub-sektor dalam sektor
industri dalam menghasilkan produksi nasional dan menciptakan kesempatan kerja,
sifat-sifat pokoknya adalah sebagai berikut:
(i) Sub-sektor industri bangunan mengalami perubahan yang
sama sifatnya dengan sub-sektor pertambangan, yaitu di kebanyakan negara yang
diobservasi, peranannya dalam menciptakan produksi sektor industri dan
menampung tenaga kerja menjadi bertambah kecil apabila tingkat pembangunan
ekonomi bertambah tinggi.
(ii) Peranan sub-sektor industri pengolahan, termasuk
industri utilities (penyediaan air dan listrik), dalam menciptakan produksi
sektor industri dan menampung tenaga kerja pada umumnya bertambah besar apabila
tingkat pembangunan ekonomi menjadi bertambah tinggi.
(iii) Perubahan peranan sub-sektor perhubungan dan
pengangkutan dalam menciptakan produksi sektor industri dan menampung tenaga
kerja tidak emnunjukkan pola yang seragam.
(iv) Sub-sektor industri pengolahan, perhubungan dan
pengangkutan merupakan bidang kegiatan ekonomi yang mengalami perkembangan yang
sangat besar.
6.
Perubahan
Peranan Berbagai Kegiatan di Sektor Jasa
Sektor jasa dibedakan menjadi lima sub-sektor, yaitu
perdagangan, badan keuangan dan real estate, pemilikan rumah, pemerintahan dan
pertahanan, dan berbagai jasa perseorangan.
Walaupun peranan sektor jasa dalam menampung atau
menyerap tenaga kerja yang terdapat dalam perekonomian meningkat, peranan
sektor tersebut dalam menciptakan pendapatan nasional tidak mengalami perubahan
atau menurun. Faktor yang menimbulkan keadaan ini adalah karena tingkat
produktivitas di sektor jasa berkembang lebih lambat dari perkembangan tingkat
produktivitas rata-rata yang terjadi dalam leseluruuhan perekonomian.
Referensi:
No comments:
Post a Comment