Era globalisasi yang diiringi oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat menuntut setiap manusia untuk selalu mengikuti perkembanganya. Yang paling mencolok dari berbagai perkembangan tentunya sudah bisa ditebak bahwa teknologi menduduki urutan pertama dalam hal kemajuan, kemajuan teknologi seakan menjadi tolak ukur dari kemajuan sebuah Negara. Kemajuan teknologi yang begitu pesat mempermudah segala urusan manusia, dengan adanya suatu teknologi maka segala bentuk pekerjaan bisa dilakukan dengan efisien, tak membutuhkan banyak waktu dan membuat segalanya menjadi mudah. Nah yang unik dari suatu kemajuan teknologi adalah saat bertolak kebelakang, membandingkan tekologi di era dahulu dengan sekarang.
Nostalgia teknologi kiranya menjadi sesuatu yang unik untuk diulas, salah satu yang patut diingat ialah perkembangan telefon genggam yang membuat bisnis wartel mulai punah, wartel merupakan singkatan dari warung telefon, tempat yang menyediakan jasa telefon dengan tarif tertentu, hari ini wartel mulai sulit ditemukan seiring berkembangnya telefon genggam yang semakin hari semakin canggih. Dahulu sebelum HP berkembang pesat, dan masih sangat jarang yang punya, wartel masih sangat diminati, banyak bermunculan wartel sebagai ladang bisnis dan membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan berkomunikasi jarak jauh, wartel biasanya menyediakan jasa telfon local, SLJJ, SLI dsb. Diperkampungan wartel sering digunakan untuk menghubungi sanak family yang berda dikota, diperkotaan wartel biasa digunakan untuk menelfon kantor instansi atau menelfon rumah saudara, rekan kerja, teman, dll yang sudah punya telfon rumah sendiri.
Keberadaan wartel cukup susah untuk ditemukan terutama dikota kota besar, masyarakat lebih memilih berkomunikasi jarak jauh dengan menggunakan HP karena selain lebih praktis , HP mampu untuk mengirim pesan singkat berupa tulisan serta berbagai kelebihan lainya. Jika dibandingkan dengan pergi ke wartel. Segala fiture yang ada di wartel kini bisa ditemukan di HP dan hampir semua orang kini sudah memiliki HP, baik masyarakat menengah keatas dan menengah kebawah bahkan tak jarang anak SD zaman sekarang sudah banyak yang memegang HP, selain itu tidak hanya kemajuan HP saja yang mengambil peran dalam menggusur eksistensi wartel di masyarakat, tapi kemajuan dibidang internet juga turut andil dalam kemajuan teknologi yang menjadikan pilihan yang menggiurkan untuk berkomunikasi, internet menyajikan sarana berkomunikasi yang beragam seperti email, Skype, dan jejaringan social seperti Facebook, twitter, dsb. Hal ini tentunya lebih banyak diminati oleh masyarakat.
Kemajuan teknologi membuat para pebisnis wartel harus berfikir ulang apakah harus mempertahankan usahanya dengan menyediakan jasa warung telfon, atau memilih untuk berganti usaha, maka tak jarang para pengusaha wartel banyak yang gulung tikar, sehingga wartel dapat dikatakan sudah mulai punah dari peredaraan, karena tak bisa dipungkiri bisnis dalam bidang teknologi sangat dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi pula.
Namun Punahnya Wartel tidak terjadi secara menyeluruh terjadi di Indonesia, di lingkungan tertentu bisnis wartel masih sangat menjanjikan, karena lingkunganya tertentu maka penggunanya juga tertentu pula. Di lingkungan Pondok Pesantren misalnya, wartel masih sangat diminati oleh kalangan santri, hal ini bukan persoalan mereka tidak punya HP, Fb dsb. Tapi peraturan yang mengikat yang mengatur suatu larangan bagi para santri untuk membawa HP, sehingga sarana wartel masih menjadi pilihan utama untuk berkomunikasi baik dengan orang tua, guru teman dsb. Karena notabenya mereka yang ada dipesantren sebagian besar berasal dari daerah perantauan. Maka untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mereka menggunakan wartel sebagai alternatifnya, sehingga menemukan wartel dilingkungan pesantren cukuplah mudah, karena masyarakat memanfaatkan itu sebagai suatu peluang bisnis untuk mendirikan wartel disekitar pesantren. Oleh karenanya membaca suatu peluang terhadap kenyataan dan keadaan yang terjadi dilingkungan sangat perlu dilakukan apabila ingin mendirikan suatu usaha, sehingga usaha tersebut tidak sia sia dan cepat gulung tikar.(asq)
sumber: kompasiana.com
No comments:
Post a Comment